Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer

Korban Ledakan Tabung Gas Asal Bojonegoro Cari Bantuan
Sosok wanita desa itu tiba-tiba muncul di Kompleks Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta. Ny Susi Hariyani, 29, asal Kampungmojo, Kecamatan-Kabupaten Bojonegoro, muncul seraya menggendong sang anak yang berusia 4,5 tahun, Rido Januar.
Rido tampak meronta-ronta, menangis, dan meminta pulang. Pada seluruh muka Rido dan tangannya terlihat bekas luka bakar. Hanya terlihat matanya yang terus mengeluarkan air mata.

Senin (19/7) siang kemarin, Susi sebenarnya bermaksud menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mencoba mendatangi Istana Kepresidenan dari arah pintu kaca Setneg. Susi hendak meminta bantuan SBY untuk tindak lanjut pengobatan luka bakar Rido, yang terjadi akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram, 27 Maret lalu.

Namun, petugas di sana melarang Susi masuk, sehingga akhirnya dia menunggu di pelataran parkir motor Gedung Setneg. Keberadaan ibu dan anak itu pun mengundang perhatian para jurnalis yang biasa meliput di istana.

“Kalau bisa mau ke dalam (istana). Saya minta bantuan untuk pengobatan Rido,” ujar Susi memohon sambil menangis, saat ditemui beberapa wartawan.

Dia kemudian mengisahkan kecelakaan yang menimpa Rido. Kala itu, 27 Maret, di rumah kontrakannya —yang hanya satu ruang— di Desa Mojokampung, Bojonegoro, Susi akan memasak. Anaknya tidur di ruang yang sekaligus dijadikan dapur dan ruang keluarga.

“Saya jetrekin kompor tiga kali, tetapi tidak menyala-nyala. Jetrekan keempat, tiba-tiba meledak. Anak saya jadi korban seperti ini,” ujarnya sembari menitikkan air mata, seperti dikutip Kompas.com.

Selain Rido, akibat ledakan itu Susi juga mengalami luka pada bagian kaki. Menurut Susi, sesaat setelah menjadi korban ledakan Rido dibawa ke rumah sakit. Tatkala Rido menjalani perawatan di rumah sakit, dirinya mendapat bantuan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hanya, bantuan itu tak berlanjut sampai sang anak sembuh total.

“Saya tunggu bantuan lanjutan dari Presiden, atau siapa pun, untuk anak saya,” ujar Susi, masih dengan berurai air mata.

Rido memang masih belum sembuh total. Terlihat bahwa kulit wajah, tangan, dan kaki Rido membutuhkan operasi kulit agar bisa pulih kembali.

“Suami saya di Bandung, dan tidak bekerja. Sekarang masih mengurus Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat, Red) tetapi belum dapat. Saya tidak tahu ke mana lagi (harus cari bantuan). Karena itu saya ke sini,” lanjut Susi.

Sebelum mencoba mendatangi SBY di Istana Kepresidenan, Susi selama beberapa hari ini berada di rumah salah satu kerabatnya di Tangerang untuk mencari bantuan. Kemudian, entah dipicu oleh ide siapa, dia memberanikan diri pergi ke istana, dan akhirnya hanya dapat berada di sekitar pelataran motor Setneg.

***

SETNEG merupakan pintu masuk ke Istana Kepresidenan. Sebelum ditemui para wartawan, Susi berada di sana selama sekitar dua jam bersama Rido, yang terus menangis. Susi bahkan sempat diminta pergi ke Kantor Kementerian Sosial oleh petugas pengamanan pintu gerbang istana. Beruntung, salah seorang wartawan sempat memergokinya.

Kemudian, para wartawan mencoba membantu dengan menghubungi Staf Khusus Presiden SBY Bidang Informasi dan Hubungan Publik, Heru Lelono. Namun, Heru mengaku tidak bisa menemui Susi dengan alasan sedang rapat.

Wartawan kemudian menghubungi Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Namun, usaha tersebut tak mulus. Ketika dihubungi, komunikasi melalui telepon sempat terputus.

Sama seperti Heru, Julian mengatakan sedang mengikuti rapat. Merasa iba dengan nasib Rido, para wartawan istana akhirnya urunan memberikan bantuan materi ala kadarnya.

Di pihak lain, Julian ternyata tidak tinggal diam. Berkat usahanya, Susi dan Rido akhirnya dibawa petugas Rumah Tangga (Rumga) Istana Kepresidenan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

“Segera kami kirim sopir Rumga untuk dibawa ke (Rumah Sakit Pusat) Pertamina,” ujar Julian kepada para wartawan, beberapa saat sebelum sebuah mobil tiba menjemput Susi dan Rido. nant.

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/07/20/ny-susi-gendong-rido-nekat-temui-presiden.html

Korban Ledakan Tabung Gas Asal Bojonegoro Cari Bantuan
Sosok wanita desa itu tiba-tiba muncul di Kompleks Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta. Ny Susi Hariyani, 29, asal Kampungmojo, Kecamatan-Kabupaten Bojonegoro, muncul seraya menggendong sang anak yang berusia 4,5 tahun, Rido Januar.
Rido tampak meronta-ronta, menangis, dan meminta pulang. Pada seluruh muka Rido dan tangannya terlihat bekas luka bakar. Hanya terlihat matanya yang terus mengeluarkan air mata.Senin (19/7) siang kemarin, Susi sebenarnya bermaksud menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mencoba mendatangi Istana Kepresidenan dari arah pintu kaca Setneg. Susi hendak meminta bantuan SBY untuk tindak lanjut pengobatan luka bakar Rido, yang terjadi akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram, 27 Maret lalu.

Namun, petugas di sana melarang Susi masuk, sehingga akhirnya dia menunggu di pelataran parkir motor Gedung Setneg. Keberadaan ibu dan anak itu pun mengundang perhatian para jurnalis yang biasa meliput di istana.

“Kalau bisa mau ke dalam (istana). Saya minta bantuan untuk pengobatan Rido,” ujar Susi memohon sambil menangis, saat ditemui beberapa wartawan.

Dia kemudian mengisahkan kecelakaan yang menimpa Rido. Kala itu, 27 Maret, di rumah kontrakannya —yang hanya satu ruang— di Desa Mojokampung, Bojonegoro, Susi akan memasak. Anaknya tidur di ruang yang sekaligus dijadikan dapur dan ruang keluarga.

“Saya jetrekin kompor tiga kali, tetapi tidak menyala-nyala. Jetrekan keempat, tiba-tiba meledak. Anak saya jadi korban seperti ini,” ujarnya sembari menitikkan air mata, seperti dikutip Kompas.com.

Selain Rido, akibat ledakan itu Susi juga mengalami luka pada bagian kaki. Menurut Susi, sesaat setelah menjadi korban ledakan Rido dibawa ke rumah sakit. Tatkala Rido menjalani perawatan di rumah sakit, dirinya mendapat bantuan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hanya, bantuan itu tak berlanjut sampai sang anak sembuh total.

“Saya tunggu bantuan lanjutan dari Presiden, atau siapa pun, untuk anak saya,” ujar Susi, masih dengan berurai air mata.

Rido memang masih belum sembuh total. Terlihat bahwa kulit wajah, tangan, dan kaki Rido membutuhkan operasi kulit agar bisa pulih kembali.

“Suami saya di Bandung, dan tidak bekerja. Sekarang masih mengurus Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat, Red) tetapi belum dapat. Saya tidak tahu ke mana lagi (harus cari bantuan). Karena itu saya ke sini,” lanjut Susi.

Sebelum mencoba mendatangi SBY di Istana Kepresidenan, Susi selama beberapa hari ini berada di rumah salah satu kerabatnya di Tangerang untuk mencari bantuan. Kemudian, entah dipicu oleh ide siapa, dia memberanikan diri pergi ke istana, dan akhirnya hanya dapat berada di sekitar pelataran motor Setneg.

***

SETNEG merupakan pintu masuk ke Istana Kepresidenan. Sebelum ditemui para wartawan, Susi berada di sana selama sekitar dua jam bersama Rido, yang terus menangis. Susi bahkan sempat diminta pergi ke Kantor Kementerian Sosial oleh petugas pengamanan pintu gerbang istana. Beruntung, salah seorang wartawan sempat memergokinya.

Kemudian, para wartawan mencoba membantu dengan menghubungi Staf Khusus Presiden SBY Bidang Informasi dan Hubungan Publik, Heru Lelono. Namun, Heru mengaku tidak bisa menemui Susi dengan alasan sedang rapat.

Wartawan kemudian menghubungi Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Namun, usaha tersebut tak mulus. Ketika dihubungi, komunikasi melalui telepon sempat terputus.

Sama seperti Heru, Julian mengatakan sedang mengikuti rapat. Merasa iba dengan nasib Rido, para wartawan istana akhirnya urunan memberikan bantuan materi ala kadarnya.

Di pihak lain, Julian ternyata tidak tinggal diam. Berkat usahanya, Susi dan Rido akhirnya dibawa petugas Rumah Tangga (Rumga) Istana Kepresidenan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

“Segera kami kirim sopir Rumga untuk dibawa ke (Rumah Sakit Pusat) Pertamina,” ujar Julian kepada para wartawan, beberapa saat sebelum sebuah mobil tiba menjemput Susi dan Rido. nant

Comments on: "Korban Ledakan Tabung Gas-Nekad Temui SBY" (1)

  1. […] nekad menggendong anaknya menerobos paspampres untuk mencari pertolongan Presiden sebagai akibat korban ledakan tabung gas? Apapun sudah dilakukannya, tapi kali ini dia tidak cuma bicara, sudah putus asa, dan satu-satunya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag